Never Say “Cuih..” to Your Self!!!

Sejak kecil saya minderan. Bahkan lihat pohon kelapa aja saya udah minder,merasa kalah tinggi, hehehe…Jangan salah, sudah ribuan cara saya coba untuk mencoba mengalahkan rasa minder saya, mulai cara bernafas pelan-pelan (yang akhirnya bikin perut saya kembung) sampai diet ekstra ketat biar langsing (dan berhasil saat smp, langsingnya). Dan hasilnya? Luar biasa! Ga ada yang ngefek sama sekali. Saya tetap menjadi seorang cowok kecil yang minder dan selalu merasa diri ini jeleknya luar biasa, payahnya luar biasa, dan ga bisa apa-apa.

Hal itu terus berlanjut karena dengan senang hati para teman-teman saya yang sangat perhatian dan baik hati tanpa sengaja terus menguatkan image itu. Sialnya saya berkawan dengan orang-orang yang bisa dibilang populer di sekolah, entah itu karena pinternya luar biasa, dodolnya luar biasa, nakalnya luar biasa atau bisa dibilang cakeplah di sekolah kami. Ya karena itu seorang adolf yang kecil itu terus merasa terhimpit, terjepit, sampai dia bilang sama diri sendiri, saya hilang juga ga akan ada efeknya sama mereka.

Sial, mungkin itu yang bisa dia bilang sama diri sendiri saat itu. Aku ini udah kere, ga bisa apa-apa, cakep juga ngga, buat jalan-jalan? makan aja harus mikir..jajan aja harus ngirit. Mau pacaran..tapi huh..kayaknya aku ga pantas buat dipacarin..(meskipun saat itu udah pacaran juga sih). Kenapa aku ga bisa kayak teman-teman, punya kelebihan dikit..aja kayak mereka.

Sampai suatu hari seseorang curhat, cerita yang mirip banget sama cerita di atas. Dan tahu apa kata saya sama dia? ” ngomong apaan sih, dirimu ya dirimu, kalau mbok bandingin terus sama orang lain ga bakal selesai soalnya orang lain juga terus punya bandingan yang lebih baik, santai aja..nikmati hidup dan juga dirimu itu. ”

Dan selesai ngomong, saya diam..beneran diam, beberapa menit. Lha itu maksudnya, lha itu..bener juga omongan saya sendiri..

Kadang kesalahan terbesar kita adalah terlalu banyak membandingkan diri dengan orang lain.
-anonim

Tapi menurutku seringnya kata “terlalu banyak ” itu kita praktekkan dengan kata “selalu”.

Sekarang setelah bertahun-tahun setelahnya, Adolf yang ini paling cuma nyengir kalau dibilang jelek (ah orang sirik..gua cakep kok, kata mak gua, kan mak gua orangnya jujur..), cuma ketawa klo dikatain bego ( jangkrik! ipk ku tinggi ya!! ), cuma senyum klo dikatain kere (kaya mah gampang, jadi orang baik susah..) dan ga ada satupun yang masuk ke hati atau image diri ni..yah, kadang ngaruh juga sih..tapi ga sampai berlarut-larut.

Intinya, jangan menggunakan orang lain untuk menyalahkan diri sendiri. Dirimu ya dirimu, karya masterpiece dari yang menciptakan langit yang seluas itu, laut yang seindah itu. Masak Dia salah nyetak dengan memunculkan kamu di dunia ini? Tiap orang punya keunikan masing-masing dan unik itu bukan berarti jelek. Membandingkan diri dengan orang lain itu salah menurutku, karena seringnya kita jadi menghakimi diri sendiri. Dan menghakimi,entah diri sendiri maupun orang lain, itu ga pantas. Itu hak Tuhan.

Only we and God know,we are good man or not.
-lupa ini kata-kata sapa.

Ga ada kata ga pantas atau ga bisa, atau ga layak kalau..kalau kita membandingkan diri kita dengan diri kita sendiri, dengan potensi terbesar apa sih yang Tuhan berikan sama kita, yang seringnya ga kita sadari karena kita terlalu sibuk melihat potensi dan pencapaian orang lain.

Bandingkan dirimu dengan sisi terbaik dari dirimu sendiri. Saja. Saya ga bilang just be your self  lho ya????

-maksudku be the best side of your self.

-regard, peace, happiness and banana-

adolf.

Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: