Cinta Ga Cukup Satu Aja………….

Saya ingat dulu mantan saya waktu jaman sma pernah ngamuk berat waktu tahu di dompet saya ada foto-foto cewek lain (cakep-cakep tentunya). Masalahnya..malah ga ada fotonya sama sekali.

“ kamu sayangya sama siapa sih!!!”

“ lho..sama kamu ya jelas sayang dong..”

“ lha ini foto siapa!!”

“ foto cewek…”

“ iya!! aku tanya, kenapa ada disini!!”

“ cakep sih..”

“ emang kenapa kalau cakep!!”

“ kan jadi enak dilihat…”

“ fotoku kok malah ga ada!!!?”

Sebenarnya mau saya jawab  kalau fotonya ketinggalan di rumah, fotonya hilang, kecuci, atau sebenarnya itu bukan dompet saya..tadi salah ambil dompet , atau  apalah,, tapi saya ingat kata mutiara mamah saya : “pria sejati ga boleh bohong sama pasangannya, kalau kepepet jangan boong, mendingan ngeles aja.” Dan akhirnya saya berusaha ngeles dengan bilang kalau “ga penting foto siapa yang ada di dompetku, yang penting foto siapa yang ada di hatiku..”

jiah….amat mujarab! Dia ga marah lagi, cuma diem. Diem terus sampai berminggu-minggu. Dan saya didiemin, begitulah.. Yah, , dia ternyata tahu kalau buat cowok, daripada dimarahin, masih jauh lebih menakutka kalau ga diperdulikan. Tapi itu kalau cowoknya masih sayang lho ya..

Dan saya, saat itu masih begitu..

Entahlah, sekarang saya udah ga selingkuh-selingkuh lagi, udah ga nakal-nakal lagi. Bukan karena saya takut kualat, tapi karena males. Eh, ngga dink, bukan itu alasannya. Karena saya tahu, cinta itu ga boleh dibagi-bagi, tapi harus diberikan sepenuhnya. Saya ga akan pernah bisa adil membagi pikiran dan diri saya kepada lebih dari satu orang.

Tapi ternyata saya tidak terlalu benar juga tentang itu.

Cinta yang sebenarnya itu, bukan seperti sekerat roti, aku memberikan sekerat padamu, roti yang dapat kuberikan pada orang lain akan berkurang. Cinta itu seperti keindahan bulan, kamu dapat menikmatinya sendirian dengan cangkir tehmu, kamu dapat mengajak seseorang, beberapa orang, dan semuanya akan menerima wujud bulan yang sama, meski mungkin dengan perasaan yang berbeda.

Makassar, 25-09-2010

Seseorang bertanya, “kalau aku ingin mencintai Tuhan dengan sepenuh hati, apakah aku harus mengosongkan cinta lainnya dari hatiku?”

Ah, kenapa  harus begitu… Kamu dapat mencintai ibumu sepenuh hatimu, mencintai pasanganmu sepenuh hatimu, dan semua temanmu dengan sepenuh hati pada waktu bersamaan. Dan anehnya, masing-masing bisa memperolehnya secara utuh. Karena kualitas cinta justru meningkat setiap kali diberikan pada orang lain.

Itu seperti 5 roti dan dua ikan pada cerita mukjizat di kitab suci Nasrani, lima roti dan dua ikan diberikan pada lima ribu orang, yang masing-masing merasa kenyang, dengan sisa dua belas bakul roti dan ikan.. Seperti itulah cinta..

“lalu?”

“ maksudku saat mencintai Tuhan sepenuh hatimu, sebaiknya kamu juga mencintai sesamamu sepenuh hatimu, pasanganmu sepenuh hatimu, keluargamu sepenuh hatimu. Karena kalau tidak, yang kamu tawarkan adalah hati yang lemah dan lapar..”

—————————————-

Malam ini, sambil melihat bulan bersama teh dan keripik beras vita-wheat, yang dipanggang dan bukan digoreng sehingga rendah lemak, aku teringat salah seorang mantanku di bandung sana, entah dia sudah memaafkanku atau belum.

Hatiku sekarang masih seperti dulu,masih sepenuhnya untukmu, tapi sekarang..kurasa sebagai seorang sahabat.

– adolf –

Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: